Mengenang Duel Muhammad Ali vs Ernie Terrell yang Guncang Tinju Kelas Berat

Tanggal 6 Februari 1967 menjadi momen bersejarah di dunia tinju ketika Muhammad Ali menghadapi Ernie Terrell pada sebuah pertarungan emosional. Ali dikenal sebagai salah satu petinju terbaik sepanjang masa dengan rekor karier 56 kemenangan (37 KO) juga lima kekalahan.
Pertarungan ini tidak ada cuma masalah siapa yang lebih lanjut unggul pada ring, tetapi juga penuh dengan tensi sejak awal. Ali dan juga Terrell saling melempar hinaan sebelum laga, bahkan terjadi insiden dorong-mendorong yang digunakan semakin memperkeruh suasana. Terrell, yang tersebut dijuluki “The Octopus” lantaran gaya bertarungnya yang cenderung bertahan kemudian merangkul lawan, memulai laga dengan baik pada dua ronde pertama. Namun, mulai ronde ketiga, Ali mulai mengambil alih kendali pertarungan.
Ketepatan lalu kekuatan pukulan Ali mulai menunjukkan hasilnya, menyebabkan pembengkakan parah di dalam sekitar mata Terrell. Meskipun sempat menerima pukulan keras dari Terrell, Ali mampu bangkit dengan cepat juga kembali mendominasi. Puncaknya terjadi di dalam ronde kedelapan ketika Ali terus mengejek serta mengintimidasi lawannya tanpa henti. Hingga akhir pertarungan, Terrell terlihat kelelahan lalu tak mampu mengimbangi kecepatan juga teknik Ali.
Para juri akhirnya memberikan kemenangan mutlak untuk Ali dengan skor 148–138, 148–133, dan juga 148–137. Kejayaan ini semakin memperkokoh statusnya sebagai raja kelas berat.
Namun, kemenangan Ali tak lepas dari kontroversi. Banyak pihak menilai Ali sanggup hanya mengakhiri pertarungan lebih banyak cepat, tetapi sengaja menunda laga untuk menghukum Terrell. Ali membantah tuduhan yang dimaksud dan juga menyatakan bahwa Terrell adalah lawan yang tangguh, sehingga ia harus menjaga ritme serangannya agar tidaklah kehabisan tenaga.
Usai mengalahkan Terrell, Ali melanjutkan dominasinya dengan kemenangan berhadapan dengan Zora Folley lewat TKO dalam ronde ketujuh. Namun, kariernya tertahan sementara akibat keputusannya menolak wajib militer pada Perang Vietnam. Sikap kontroversialnya ini menimbulkan Ali dilarang berlaga selama tiga tahun lalu dikenai denda sebesar 10.000 dolar AS. Hukuman penjara lima tahun yang tersebut sempat dijatuhkan kepadanya akhirnya dibatalkan, tetapi dunia tinju kehilangan salah satu petinju terbaiknya di area masa puncak.
Meski sempat absen lama, Ali masih menjadi ikon pada sejarah tinju. Kemenangannya berhadapan dengan Terrell pada 6 Februari 1967 menjadi salah satu bukti kehebatannya di area berhadapan dengan ring, sekaligus menegaskan mengapa ia layak mendapat julukan ‘The Greatest’.






