Rencana Penyimpanan Abu Jenazah Barbie Hsu di area Rumah Jadi Kontroversi, Disebut Egois

JAKARTA – Rencana penyimpanan abu jenazah Barbie Hsu menuai kritik warga kemudian netizen. Pasalnya, pihak keluarga akan menyimpan abu sang artis di dalam rumah juga tidak ada di area tempat umum.
Rencana itu dinilai sebagai langkah egois kemudian memancing amarah penduduk serta netizen. Dikutip Dimsumdaily.hk, netizen yang mengaku sebagai tetangga bintang Taiwan itu menggunakan media sosial untuk mengungkapkan kemarahannya melawan kebijakan keluarga yang dimaksud untuk menyimpan abu jenazah Barbie Hsu pada rumah.
Netizen menyatakan rencana itu bukanlah cuma egois, juga mengabaikan ketidaknyamanan warga masyarakat. Postingan yang disebutkan menyiratkan bahwa, jikalau keluarga benar-benar peduli pada saudari mereka, pihak keluarga harus mempertimbangkan untuk menguburkan abu jenazah yang tersebut layak.
“Untuk mendapatkan rasa hormat, seseorang harus terlebih dahulu menunjukkan rasa hormat! Almarhum berhak mendapatkan kedamaian. Jika Anda tinggal pada vila pribadi, Anda dapat menyimpan berbagai abu jenazah tanpa khawatir, tetapi mohon jangan mengorbankan kualitas hidup penghuni apartemen lantaran keegoisan Anda,” tulisnya.
Sebagai tanggapan, pengguna media sosial lain mempertanyakan klaim netizen yang disebutkan sebagai tetangga, yang tersebut ditanggapi oleh netizen yang dimaksud dengan tegas. Rencana penyimpanan abu pun menjadi kontroversi.
Mengingat perkembangan ini, perwakilan Dee Hsu mengklarifikasi bahwa keluarga bermaksud untuk melanjutkan dengan pemakaman pohon yang ramah lingkungan untuk abu Harbie Hsu, mengungkap alasan di dalam balik tindakan ini.
Ditanya tentang metode pemakaman, Dee Hsu mengonfirmasi melalui agennya tentang pemakanan Barbie Hsu yang dimaksud ramah lingkungan, di dalam mana Barbie yang digunakan lahir dari alam akan kembali ke alam.
“Ya, kami rutin mengeksplorasi hidup lalu berakhir selama rapat keluarga kami. Kakak perempuan saya menyatakan keinginan untuk pemakaman pohon yang dimaksud ramah lingkungan, jadi pada waktu ini kami sedang pada proses mengajukan permohonan ini. Abunya untuk sementara disimpan di dalam rumah kami yang digunakan hangat, juga setelahnya permohonan disetujui, kami akan mengembalikannya ke alam,” ucap Dee Hsu.






