Pesan Shin Tae-yong untuk Timnas Indonesia: Jangan Runtuh, Saya Bangun selama 5 Tahun!

Meskipun sudah ada bukan lagi menjabat sebagai pembimbing Timnas Indonesia, Shin Tae-yong membuktikan bahwa cintanya terhadap Indonesia begitu dalam. Pelatih dengan syarat Korea Selatan ini terus memberikan dukungan penuh bagi sepak bola Indonesia, bahkan sampai mendoakan Skuad Garuda lolos ke Piala Planet 2026.
Hal ini terbukti pada waktu Shin Tae-yong mengunjungi kampung Cikaruncang, Kecamatan Cisalak, Daerah Subang, Jawa Barat. Kedatangannya tidak di kapasitas sebagai pelatih, melainkan sebagai cameo di sebuah film berjudul “Ghost Soccer”.
Kehadirannya dalam kampung yang disebutkan semakin memperlihatkan kedekatannya dengan rakyat Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Shin Tae-yong juga menyampaikan arahan haru terhadap seluruh publik Indonesia.
Shin Tae-yong mengucapkan terima kasih menghadapi dukungan yang tersebut telah terjadi diberikan selama ia menukangi Timnas Indonesia. Selain itu, ia juga mendoakan kesuksesan untuk Ketua Umum PSSI juga instruktur baru Timnas Indonesia.
“Saya sangat berterima kasih pada penduduk Indonesia yang tersebut mencintai sepak bola. Selama saya berada di tempat Indonesia, saya punya cinta yang tersebut lebih tinggi untuk Indonesia. Jadi pastinya sangat bersyukur juga,” ungkap Shin Tae-yong.
“Saya berharap Pak Erick (Ketum PSSI) serta instruktur baru (Patrick Kluivert) agar sanggup sukses dalam Piala Bumi 2026. Berharap para pemain bisa saja merasakan panggung Piala Bumi 2026. Saya juga berharap semuanya tak runtuh begitu saja, lantaran saya mendirikan selama 5 tahun. Saya berharap semuanya sukses,” tambahnya.
Sejauh ini Shin Tae-yong mengaku belum mampu memikirkan langkah selanjutnya. “Belum ada tawaran, jadi belum kepikiran melatih lagi.”
Kesulitan Main Film
Dalam kesempatan itu, Shin Tae-yong disinggung mengenai perbedaan tingkat kesulitan main film dengan menjadi pembimbing kepala. Dia menjawab instruktur kepala.
“Pelatih kepala pasti lebih lanjut berat lantaran kalau film ini salah bisa saja diulang-ulang. Tetapi kalau sepak bola berbeda, ada tanggung jawab yang tersebut besar terhadap hasilnya,” imbuh Shin Tae-yong.






