Sidak di dalam Magelang, Mentan serta Wamentan temukan harga jual beras di tempat menghadapi HET

DKI Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dengan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menemukan adanya harga jual beras di tempat berhadapan dengan harga jual eceran tertinggi (HET) yang tersebut dijual di area salah satu toko beras pada waktu inspeksi mendadak (sidak) di area Wilayah Magelang, Jawa Tengah.
“Hari ini kami tinjau Operasi Pasar Pangan Murah di dalam Magelang. Kemudian kami lakukan sidak juga kami temukan masih ada beras medium yang digunakan dijual di tempat berhadapan dengan HET Rp12.500 per kilogram,” kata Mentan Amran usai melakukan sidak di area Magelang, Selasa.
Mentan dengan Wamentan melakukan sidak di tempat salah satu toko beras di dalam Kecamatan Muntilan, Kota Magelang. Turut hadir pula Satgas Pangan Mabes Polri, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Jawa Tengah, Kapolres Magelang, lalu Dandim Magelang.
Dalam sidak tersebut, Mentan menemukan adanya pemasaran beras medium yang tersebut melebihi HET yang digunakan telah dilakukan ditetapkan pemerintah, yakni Rp12.500 per kilogram (kg).
Saat berdialog dengan pedagang, Mentan menemukan bahwa permasalahan harga jual beras dalam berhadapan dengan HET tiada semata-mata berasal dari pedagang, tetapi juga diakibatkan oleh distributor dan juga pabrik beras yang dimaksud mengirimkan dengan harga jual lebih banyak mahal dari yang dimaksud seharusnya.
“Kami mendapati bahwa peniaga mengambil beras dengan harga jual yang digunakan telah lebih tinggi tinggi dari HET. Ini adalah artinya ada permasalahan di tempat tingkat distributor ataupun pabrik beras yang digunakan harus segera ditelusuri,” ujar Mentan.
Atas temuan tersebut, Mentan segera menginstruksikan Satgas Pangan Mabes Polri serta Dirkrimsus Polda setempat untuk segera melakukan penelusuran juga menindak pihak-pihak yang memainkan harga jual beras.
Langkah tegas itu diambil untuk memverifikasi penduduk memperoleh pangan dengan harga jual terjangkau.
Amran menegaskan bahwa produksi beras diproyeksikan akan melimpah, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) diperkirakan mencapai 8,67 jt ton pada masa panen pertama Januari-Maret 2025.






