“SIKOK” Babel siap bersaing ke bursa nasional

Pangkalpinang – Di sedang tantangan perekonomian serta persaingan pangsa yang mana ketat, UMKM selama Bangka Belitung (Babel) membuktikan bahwa hasil lokal mampu bersaing dalam tingkat nasional.
UMKM dengan nama Duo Ayu Sehati, produsen makanan ringan dengan brand SIKOK berhasil menembus bursa ritel modern setelahnya resmi bermitra dengan Indomaret, salah satu jaringan retail terbesar ke Indonesia.
Produk UMKM itu mendapatkan kontrak yang digunakan mencakup pengisian komoditas di dalam 2.000 gerai Indomaret se-Jabodetabek selama satu tahun ke depan. Jika respons lingkungan ekonomi positif, kerja sejenis ini berkemungkinan diperluas hingga 7.000 gerai dalam seluruh Indonesia.
Capaian UMKM dengan syarat Babel itu merupakan satu langkah besar kemudian bisa jadi jadi suatu kebanggaan warga wilayah itu akibat sudah menyeberangi tahapan panjang untuk memenuhi standar kualitas juga kapasitas yang dimaksud ditetapkan Indomaret.
Keberhasilan ini tak belaka berubah jadi kebanggaan bagi Duo Ayu Sehati, tetapi juga membuka prospek bagi UMKM lain di Babel untuk mengikuti jejak mereka.
Kisah Maju Duo Ayu Sehati
Duo Ayu Sehati didirikan oleh John Yang, seseorang pelaku bisnis lokal yang mana mengamati prospek besar dari komoditas olahan hasil laut khas Bangka Belitung. SIKOK merupakan singkatan dari Sajian Ikan Khas Orang Keluarga dengan menawarkan bermacam varian keripik ikan dengan cita rasa unik, seperti keripik tenggiri, keripik cumi, serta keripik belut.
Awalnya, komoditas ini cuma dijual secara lokal melalui pangsa tradisional kemudian toko oleh-oleh, namun dengan strategi pemasaran yang digunakan tepat, SIKOK mulai dikenal lebih besar luas.
Momen penting
Kesempatan emas datang ketika Dinas KUKM Babel meminta Duo Ayu Sehati mengikuti INA Buyer di Smesco DKI Jakarta pada Mei 2023. Acara ini mempertemukan pemasok UMKM dengan pembeli besar, diantaranya jaringan retail, seperti Indomaret, Alfamart, dan juga supermarket nasional lainnya.
Kepala Lingkup Pembangunan UKM Babel Muslim El Hakim Kurniawan mengungkapkan di dalam INA Buyer grup Duo Ayu Sehati melakukan business matching dengan bermacam pembeli, salah satunya adalah regu dari Indomaret yang tertarik dengan komoditas SIKOK lantaran kualitas lalu kemasannya yang mana menarik.
Masuknya produk-produk itu harus melalui langkah-langkah panjang. Duo Ayu Sehati beberapa kali diundang ke kantor pusat ritel modern nasional yang disebutkan dalam Ibukota untuk memverifikasi kualitas hasil yang konsisten, kapasitas produksi yang digunakan memadai, kelengkapan izin, kemasan yang mana informatif lalu menarik.
Hal ini dilaksanakan pihak pembeli untuk melakukan konfirmasi bahwa UMKM benar-benar siap memasok di skala besar tanpa mengorbankan kualitas.
Setelah melalui serangkaian Panjang tersebut, akhirnya Duo Ayu Sehati berhasil mendapatkan kontrak untuk mengisi 2.000 gerai Indomaret ke Jabodetabek. Jika perdagangan memuaskan, kerja identik akan diperpanjang hingga 7.000 gerai pada seluruh Indonesia.
Peran pemerintah
Keberhasilan Duo Ayu Sehati tak lepas dari dukungan pemerintahan Provinsi Bangka Belitung, khususnya Dinas Koperasi lalu UKM (KUKM). Mereka berpartisipasi memfasilitasi UMKM untuk mengikuti pameran nasional seperti INA Buyer, Pekan Raya Jakarta, Bangka Belitung Trade Expo serta beragam event yang mana sanggup mempertemukan pembeli, khusus UMKM dengan pembeli besar.
Plt Kepala Dinas KUKM Babel mengungkapkan event semacam ini adalah jembatan bagi UMKM untuk bertemu pembeli besar. Tanpa dukungan pemerintah, sejumlah UMKM yang tersebut kesulitan mengakses bursa nasional.
Selain mengikuti pameran, UMKM juga mendapat pelatihan juga pendampingan, seperti pelatihan peningkatan kualitas produk, pendampingan legalitas, dan juga bantuan permodalan melalui KUR (Kredit Usaha Rakyat).
Ahmad Yani mengatakan, dengan bervariasi langkah yang dimaksud diwujudkan ini pihaknya ingin lebih banyak berbagai UMKM Babel yang tersebut mampu go nasional. Karena itu, Pemprov Babel terus berupaya meningkatkan kapasitas para UMKM dalam provinsi yang mana terkenal dengan tambang timah dan juga kekayaan laut ini.
Dampak Perekonomian
Dengan semakin banyak UMKM yang mana sanggup menembus pangsa nasional maka memberikan rantai pasok dan juga menggalakkan dunia usaha rakyat Babel.
Keberhasilan SIKOK tiada belaka menguntungkan Duo Ayu Sehati, tetapi juga nelayan lokal sebagai pemasok komponen baku, lapangan usaha kemasan, distributor kemudian logistik dan juga menciptakan tenaga kerja baru.
"Ketika produksi meningkat, seluruh rantai nilai bergabung bergerak. Hal ini menciptakan efek berantai yang mana positif bagi perekonomian Babel," kata Muslim El Hakim.Kesuksesan ini juga membuktikan bahwa komoditas Babel mampu bersaing di dalam lingkungan ekonomi nasional. Harapannya, semakin sejumlah UMKM lain yang termotivasi untuk meningkatkan kualitas kemudian pemasaran.
Memang secara kualitas komoditas UMKM Babel cukup bersaing, namun pada saat bicara skalabilitas terkadang merekan tidak ada sanggup memenuhi permintaan di jumlah agregat besar di waktu cepat juga dengan kualitas yang digunakan seragam.
"Ini masih menjadi PR besar kita ke depan lalu tentu sekadar eksekutif akan terus mengupayakan kemudian membantu agar UMKM kita siap naik kelas seperti Duo Ayu Sehati ini," kata Muslim.
Jika SIKOK sukses ke pangsa nasional, langkah selanjutnya adalah go internasional. Beberapa negara potensial, seperti Malaysia, Singapura juga negara-negara Timur Tengah bisa saja berubah menjadi tujuan yang digunakan wajib dicoba untuk ditembus.
Keberhasilan Duo Ayu Sehati menembus 2.000 gerai Indomaret adalah bukti bahwa barang UMKM Babel mampu bersaing ke tingkat nasional.
Dukungan pemerintah, kualitas produk, lalu strategi pemasaran yang digunakan tepat menjadi kunci utama. Harapannya, semakin sejumlah UMKM Babel yang terinspirasi untuk naik kelas kemudian meningkatkan kekuatan perekonomian daerah.
Artikel ini disadur dari “SIKOK” Babel siap bersaing di pasar nasional






