Tyson Fury vs Anthony Joshua: Pertarungan Orang Tua Senilai Rp1,6 Triliun?

Pertarungan Tyson Fury vs Anthony Joshua akan menjadi pertarungan orang tua senilai USD100 jt atau sekitar Rp1,6 triliun? Tyson Fury masih belum menyatakan apakah ia akan melanjutkan kariernya untuk menghadapi mantan juara dunia kelas berat dua kali, Anthony Joshua, pada ‘Battle of Britain’ pada tahun 2025.
Diperkirakan akan ada USD100 jt untuk AJ lalu ‘The Gypsy King’ yang mana akan direbut dari Turki Al-Shiekh di pertarungan mereka. Pertarungan ini akan membuktikan siapa yang digunakan terbaik pada antara keduanya, namun bukanlah petinju kelas berat nomor satu atau bahkan nomor dua pada Inggris.
Begitulah perbedaan antara Fury kemudian Joshua. Dua petinju kelas berat terbaik di dalam Inggris adalah Daniel Dubois dan juga Martin Bakole. Bahkan Moses Itauma yang dimaksud masih berusia 20 tahun juga belum berpengalaman mungkin saja lebih tinggi baik dari AJ lalu Tyson.
Sekali lagi, pertarungan Fury-Joshua akan menjadi pertarungan tentang siapa yang tersebut terbaik di area antara mereka. Ini adalah hampir seperti kontes tingkat pemain lama atau selebritas. Sayang sekali mereka itu tak dapat bertarung tujuh tahun yang mana lalu pada waktu mereka itu masih muda dan juga dianggap sebagai petinju kelas berat teratas dalam divisi ini.
Bagi dia untuk bertarung sekarang, itu aneh. Saya tidaklah tahu harus mengatakan apa pertarungan ini selain pertarungan para petinju tua. Anda dapat memahami mengapa Fury (34-2-1, 24 KO) mungkin saja memilih untuk pensiun daripada menghadapi Joshua (28-4, 24 KO) setelahnya dikalahkan untuk kedua kalinya oleh juara dunia kelas berat bersatu, Oleksandr Usyk, pada 21 Desember lalu dalam Riyadh.
Mantan juara WBC yang tersebut sangat bangga ini merasa sedih serta menyangkal sepenuhnya setelahnya kekalahan keduanya. Seperti pada pertarungan pertama, ia merasa telah terjadi melakukan cukup berbagai hal untuk mendapatkan kemenangan. Tyson mungkin saja akan meninggalkan prinsipnya dan juga menolak untuk membiarkan dunia tinju melihatnya bertarung lagi.
Dengan asumsi Fury akan kembali bertarung, ada kemungkinan ia akan menjadi favorit melawan Joshua yang tersebut telah lama berusia 35 tahun. Bukan berarti Fury miliki kecepatan, kekuatan, atau kemampuan atletis yang tersebut lebih tinggi baik dari Joshua. Hal ini adalah bagaimana AJ dihempaskan di lima ronde oleh lawan terakhirnya, juara kelas berat IBF, Daniel Dubois, pada 21 September. Itu bahkan bukanlah pertandingan yang dimaksud sportif. Daya tahan pukulan Joshua terlihat hilang, ketika ia dijatuhkan empat kali pada kontes yang dimaksud sebelum dihentikan pada ronde kelima.
Fury terlihat rentan menerima pukulan keras dari Usyk di kedua pertarungan mereka, dan juga tampaknya ketahanan pukulannya telah lama memburuk dari tiga pertarungannya melawan Deontay Wilder. Jika Joshua dapat mendaratkan pukulan kanan yang dimaksud sejenis seperti ketika ia memukul KO Francis Ngannou, Fury tak akan dapat melintasi ronde kedua.
Dia tak akan dapat menghindari kekuatan Joshua seperti yang tersebut ia lakukan pada Deontay atau Wladimir Klitschko. Joshua bukan mudah menyerah, juga ia tidaklah akan kelelahan dengan bersandar seperti Wilder. Akan sangat menarik untuk meninjau seberapa baik Fury bertahan menghadapi Joshua yang akan memukul dengan kekuatan penuh di pertarungan ini. AJ akan memburu beruang sejak ronde pertama, juga saya tidak ada mengawasi ia akan berhenti sampai beliau mendapatkan kemenangan.






