Auto Bangkrut! Don King Digugat Rp48,7 Billion lantaran Gagal Gelar Rumble in The Jungle 2

Legenda tinju Don King terkena gugatan penipuan senilai 2,4 miliar poundsterling atau sekitar Rp48,7 triliun berhadapan dengan kegagalannya menyelenggarakan Rumble in the Jungle 2. Gugatan yang disebutkan dapat melumpuhkan sang pensiunan secara finansial alias bangkrut.
Bulan Oktober lalu menandai peringatan keras 50 tahun perebutan penghargaan juara kelas berat bersejarah antara mendiang Muhammad Ali juga George Foreman. King memperkenalkan pertarungan epik yang disebutkan di tempat Republik Demokratik Kongo lalu ingin memberikan penghormatan dengan mengadakan Rumble in the Jungle 2 dalam Afrika.
Pria berusia 93 tahun ini dikatakan memohonkan bantuan direktur utama BYD Sports, Cecil Miller, untuk mengadakan pesta tinju dalam Nigeria, yang dimaksud akan menampilkan penampilan dari musisi Alicia Keys kemudian John Legend. Namun Miller mengajukan gugatan senilai USD3 miliar untuk Hall of Famer yang disebutkan dikarenakan diduga sudah membatalkan acara yang disebutkan setelahnya ia diminta untuk terlibat mempromosikannya.
Menurut gugatan yang digunakan diajukan di tempat Pengadilan Distrik Negeri Paman Sam untuk Distrik Selatan New York, Miller lalu CYD menuntut penipuan, pencemaran nama baik, pelanggaran kontrak, dan juga tuduhan lainnya. Pengacara Miller, Anthony J.M. Jones, mengklaim bahwa King memutuskan untuk menggagalkan acara yang dimaksud ketika acara yang disebutkan hampir cuma terlaksana.
Jones menyatakan terhadap Fortune: ”Ini membingungkan ketika Anda meninjau berapa sejumlah orang yang dimaksud mengerjakan ini. Hal ini adalah hari yang digunakan menyedihkan bagi olahraga ini. Kita sekarang berada di tempat tahun 2025 dan juga tidaklah akan pernah ada kesempatan untuk mengadakan peringatan keras 50 tahun pertarungan antara Foreman lalu Ali – kemudian melakukannya di area Afrika.”
Menurut Fortune, King belum menanggapi tuduhan tersebut. Namun, dokumen pengadilan menunjukkan bahwa pria Amerika itu – yang digunakan diduga membungkam radio pasca diketahui bahwa ia tidak ada miliki hak berhadapan dengan Rumble in the Jungle yang digunakan pertama – mengirimkan surat penghentian kemudian penolakan untuk Miller.
Dalam surat tersebut, King menuduh Miller “secara bukan benar menyatakan untuk pejabat pemerintah” bahwa ia mengizinkannya untuk menyelenggarakan acara peringatan serius 50 tahun. Pengacara Miller membantah keras tuduhan tersebut, lalu menyampaikan klaim King sebagai upaya “sabotase”.
Miller – yang dimaksud dikatakan telah lama mencari beberapa juara dunia untuk tampil di kartu pertandingan yang disebutkan – mencari total USD3 miliar. Hal ini terdiri dari USD600 jt – nilai dari USD100 jt yang dimaksud dihasilkan dari pertarungan yang disebutkan pada ketika itu akan bernilai hari ini setelahnya pemuaian – serta USD2,4 miliar di bentuk ganti rugi.
Namun ia juga menuntut permintaan maaf tercatat dari penjual kontroversial tersebut, yang tersebut sampai hari ini masih menjadi salah satu tokoh tinju yang mana paling dikenal.






