Profil Susilo Adi Purwantoro, Purnawirawan Jenderal Bintang Dua Mantan Wakil Rektor Universitas Perlindungan

JAKARTA – Susilo Adi Purwanto merupakan purnawirawan TNI Jenderal bintang dua yang sebelumnya sempat menjabat Wakil Rektor IV Sektor Kerjasama, Kelembagaan, Inovasi serta Teknologi Universitas Perlindungan (Unhan).
Mayjen TNI (Purn) Dr Susilo Adi Purwantoro merupakan salah satu pensiunan TNI yang mana sebelumnya cukup bergerak berkarier pada Unhan.
Pria dengan syarat Ibukota Indonesia yang dimaksud baru hanya pensiun pada tahun 2024. Hingga ketika ini masih belum ada pengganti Susilo, sebagai Wakil Rektor IV di area Unhan pada waktu ini.
Profil Susilo Adi Purwantoro
Susilo Adi Purwantoro lahir pada 1 November 1966, dalam Jakarta. Dalam riwayat pendidikannya, ia diketahui merupakan lulusan dari SMA Negeri 14 Ibukota Timur.
Setelah lulus SMA pada 1985, ia mendaftar ke Akademi Militer (Akmil) lalu pada akhirnya lulus di dalam tahun 1989 dari kecabangan Zeni. Barulah pasca itu, dirinya mulai berkarier di tempat militer.
Dalam riwayat jabatannya, Susilo pernah menduduki kedudukan Pasukan Penjaga Damai PBB Kongo XV/8 di dalam tahun 2001. Setelah itu, ia terkena mutasi yang dimaksud membuatnya menduduki kedudukan Atase Keamanan RI Di Vietnam tahun 2013.
Pada tahun 2017, ia ditugaskan untuk menjadi Kasubdit Penyusun Kebijakan Pelaksanaan Keamanan Negara Ditjakstrahan.
Kemudian di area tahun 2019, Susilo dipercaya menjadi Wakil Dekan Fakultas Teknologi Perlindungan Negara Unhan. Pada tahun yang digunakan sama, ia juga ditunjuk jadi Karoum Unhan.
Susilo juga tercatat pernah menduduki jabatan Ketua LP2M Unhan dalam 2020, lalu menjadi Dekan Fakultas Teknologi Defense Unhan tahun 2021, dan juga Dekan Fakultas Manajemen Perlindungan Unhan pada 2022.
Hingga pada tanggal 28 September 2022, Susilo dipercaya untuk menjadi Wakil Rektor IV Lingkup Kerjasama, Kelembagaan, Inovasi dan juga Teknologi Unhan RI.
Itulah profil singkat dari Mayjen TNI (Purn.) Susilo Adi Purwantoro, merupakan mantan Wakil Rektor IV juga menjadi salah satu Pati TNI yang digunakan sempat bergerak dalam Unhan.





