Bukan 2 Jam, Polisi Tegaskan Budi Arie Diperiksa 6 Jam dan juga Dicecar 18 Pertanyaan

JAKARTA – Klaim Mantan Menteri Komunikasi juga Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi (BAS) diperiksa dua jam dalam Gedung Bareskrim Polri terbantahkan. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengungkapkan bahwa Menteri Koperasi (Menkop) itu diperiksa sejak pukul 11.10 Waktu Indonesia Barat hingga pukul 17.13 Waktu Indonesia Barat atau sekitar enam jam.
Budi Arie Setiadi menjalani pemeriksaan oleh pasukan penyidik gabungan Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya kemudian Korps Pemberantas Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri terkait dugaan tindakan hukum suap dan juga gratifikasi selama menjabat Menkominfo. Pemeriksaan berlangsung di dalam Gedung Bareskrim Polri, Ibukota Indonesia Selatan, Kamis (19/12/2024).
Kombes Ade Ary Syam Indradi mengungkapkan penyidik telah terjadi mengajukan total 18 pertanyaan terhadap Budi Arie untuk mendalami dugaan perbuatan pidana korupsi di area Kementerian Komunikasi dan juga Informatika (Kominfo).
“BAS (Budi Arie Setiadi) tiba di dalam Gedung Bareskrim Polri pukul 10.50 WIB. Pemeriksaan dimulai pada pukul 11.10 Waktu Indonesia Barat lalu berakhir pada pukul 17.13 WIB. Dalam permintaan keterangan terhadap BAS, penyidik mengajukan 18 pertanyaan,” ujar Ade Ary pada keterangan resminya.
Pertanyaan-pertanyaan yang digunakan diajukan, lanjut Ade Ary, untuk mendalami banyak aspek terkait dugaan pemberian dan juga penerimaan hadiah atau janji oleh pejabat pada Kominfo selama periode 2022–2024. Kasus ini diduga melibatkan praktik suap dan juga gratifikasi yang digunakan melanggar Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana sudah pernah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.
Ade Ary pun menjelaskan bahwa sejak dimulainya penyidikan menghadapi penanganan perkara a quo, Tim Penyidik Gabungan Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya kemudian Kortas Tipidkor Polri telah lama melakukan pemeriksaan terhadap 25 orang saksi.
“15 orang saksi pada antaranya merupakan pegawai pada Kementerian Komunikasi serta Digital Republik Indonesia,” pungkasnya.






