Xi Jinping Siap Bertolak ke Rusia, Pimpin KTT BRICS Bareng Pemimpin Rusia

JAKARTA – Pemimpin China Xi Jinping bersiap untuk mengunjungi pertemuan puncak Pertemuan Level Tinggi (KTT) BRICS 2024, di tempat Kazan, Rusia. Hal itu dikonfirmasi segera Menteri Luar Negeri China Wang Yi, sebagai upaya yang tersebut dilaksanakan ketika Wilayah Moskow juga Beijing berupaya melawan pengaruh Barat.
Kunjungan Xi ke Rusia akan menjadi yang kedua sejak Kremlin mengirim pasukan ke tanah Ukraina pada Februari 2022. China mengklaim mengambil sikap netral pada konflik ini, tetapi memperkuat pernyataan Kremlin bahwa tindakan Rusia diprovokasi oleh Barat, lalu China terus memasok komponen-komponen penting yang digunakan dibutuhkan Wilayah Moskow untuk produksi senjata.
Wang Yi bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Pemimpin Rusia dalam St Petersburg, baru-baru ini lalu keduanya memuji hubungan antara kedua negara. Xi dengan Presiden Rusia akan mengatur KTT BRICS pada Kazan, Rusia, pada Oktober ini.
Putin mengumumkan bahwa keduanya akan mengadakan pertemuan bilateral di tempat Kazan kemudian mendiskusikan berbagai aspek hubungan Rusia-China, yang dimaksud tumbuh dengan cukup sukses dari segala sektor.
Melansir dari AP News, Xi terakhir kali mengunjungi Rusia pada Maret 2023 kemudian Kepala Negara Rusia membalasnya dengan melakukan perjalanannya sendiri ke China pada Oktober tahun lalu. Kedua pemimpin yang dimaksud juga sudah bertemu di tempat Beijing pada bulan Mei, di area mana Kepala Negara Rusia melakukan perjalanan luar negeri pertama pada masa jabatan presidennya yang digunakan kelima, lalu di dalam Kazakhstan pada bulan Juli.
Peningkatan perdagangan China dengan Rusia mencapai USD240 miliar tahun lalu telah lama membantu negara ini mengempiskan banyak dampak terburuk dari sanksi Barat. Ibu Kota Rusia telah dilakukan mengalihkan sebagian besar ekspor energinya ke China serta mengandalkan perusahaan-perusahaan negara yang disebutkan mengimpor komponen teknologi tinggi untuk bidang militer Rusia untuk menghindari sanksi Barat. Kedua negara ini juga telah terjadi meningkatkan hubungan militer merek di dua tahun terakhir.
Aliansi BRICS didirikan pada 2006 oleh Brasil, Rusia, India kemudian China, dengan Afrika Selatan bergabung pada 2010. BRICS mengalami perluasan dan juga sekarang mencakup Iran, Mesir, Ethiopia, lalu Uni Emirat Arab (UEA). Arab Saudi sudah pernah mempertimbangkan untuk bergabung, dan juga Azerbaijan dan juga Tanah Melayu sudah pernah mengajukan permohonan secara resmi.
BRICS mempunyai tujuan meningkatkan kekuatan pernyataan negara-negara mengalami perkembangan dengan tujuan mengimbangi tatanan global yang mana dipimpin Barat. Para anggota pendirinya telah dilakukan menyerukan tatanan dunia yang dimaksud tambahan adil dan juga reformasi lembaga-lembaga internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Dana Moneter Internasional (IMF), juga Bank Bumi (World Bank).






